Nama : Fitriyanti

NRP : H54100057

Laskar : 29

Cerita Inspirasi Pribadi

Cerita ini adalah cerita mengenai kehidupan saya sebagai anak pertama dari tiga bersaudara. Saya sebagai anak yang tertua harus dapat memberikan inspirasi contoh yang baik kepada kedua adik saya apalagi saya ini anak perempuan satu-satunya. Beda umur saya dengan adik yang pertama adalah 2 tahun sebut saja si A dan adik yang kedua adalah 5 tahun sebut saja si B. Sejak umur 3 tahun saya sudah bersemangat ingin belajar di sekolah lalu ibu saya menyekolahkan saya di playgroup sebuah TK. Karena sering melihat saya memakai tas dan pergi sekolah TK, si A juga ingin sekolah seperti kakaknya, akhirnya ibu saya menyekolahkan saya dengan adik A di TK yang sama. Begitu juga seterusnya dari SD, SMP, dan SMA adik A selalu bersekolah di sekolah yang sama dengan saya karena melihat saya dapat meraih prestasi di sekolah. Meskipun pada akhir SMP mau masuk ke SMA, adik A berkata pada saya, ingin sekolah di sekolah SMA yang berbeda dengan saya, pada akhirnya dia masuk juga di sekolah yang sama dengan saya. Adik B walaupun berbeda dengan kami karena SMP nya di sekolah swasta, maklumlah si B kemampuannya sedikit berbeda dengan kakak-kakaknya tetapi dia mempunyai kelebihan sendiri. Ketika saya belajar pun telah memberikan inspirasi untuk adik-adik saya agar ikut belajar juga dan ingin mencapai cita-cita mereka seperti apa yang sudah saya dapat sekarang ini. Oh iya Satu lagi, sewaktu saya SD, ada pelajaran matematika, pelajaran itu belum saya pelajari dirumah karena biasanya saya selalu mempelajari pelajaran sehari sebelumnya, pada saat itu satu kelas tidak ada yang bisa menjawab dan mendapat nilai bagus, semua kena marah gurunya. Setelah dimarahi itu saya makin terpacu untuk belajar materi yang tidak bisa kemarin. Tiba besok harinya, hanya saya saja yang sudah mengerti dan bisa menjawab dengan benar, teman-teman saya jadi penasaran dan makin terpacu untuk belajar lagi karena melihat saya bisa menjawab. Semoga dengan usaha dan hasil yang sudah saya capai sampai saat ini bisa memberikan inspirasi untuk adik-adik dan teman-teman saya.

Nama : Fitriyanti

NRP : H54100057

Laskar : 29

Cerita Inspirasi Orang Lain

Cerita ini saya ambil dari cerita perjalanan hidup ayah saya. Ayah saya adalah anak ke 6 dari 8 bersaudara. Beliau lahir dan besar di Pontianak, Kalimantan Barat. Beliau ada keturunan China dari kakeknya dan kedua orang tua serta di lingkungan tempat tinggalnya sebagian besar bukan beragama Islam. Saat SMP, kedua orang tua nya meninggal, sejak saat itu beliau berpikir, “Kenapa saya harus bersembahyang dengan menyembah patung dan membakar dupa sedangkan itu hanya benda mati”, akhirnya beliau memutuskan untuk masuk Islam mengikuti pamannya dan juga ikut pamannya merantau ke Jakarta. Di Jakarta, beliau tinggal di rumah paman nya, disana beliau dibiayai sekolah dan makan tetapi karena beliau berpikir bahwa malu jika hanya diam saja enak-enakan akhirnya beliau memutuskan untuk membantu membersihkan rumah dan menjaga rumah. Siang hari setelah beliau pulang sekolah, langsung menyapu, mengepel, cuci piring sambil menjaga rumah hingga malam hari. Setelah paman nya pulang baru beliau bisa belajar. Lulus dari SMP, beliau melanjutkan ke SMK karena biaya ke SMA cukup mahal untuk ayah saya yang hanya perantau tanpa orang tua. Beliau memutuskan untuk mencari uang sendiri untuk biaya sekolah karena ingin hidup mandiri serta tidak enak hati pamannya membiayai beliau terus dan takut menyusahkan pamannya. Pekerjaan apapun beliau lakoni asal itu halal mulai dari menjadi tukang cuci mobil hingga mengajar les privat bahkan beliau sempat tinggal dan tidur di sekolah di kamar yang biasanya untuk penjaga sekolah. Beliau pernah makan hanya dengan nasi dan garam saja karena uangnya tidak cukup. Hidup sendiri tanpa orang tua di perantauan lalu kerja keras sudah beliau lakukan sejak kecil hingga akhirnya beliau mengajar sebagai guru SMP dan dapat melanjutkan kuliah di sebuah universitas swasta dengan biaya dari gaji sebagai guru. Sampai pada akhirnya beliau lulus dari universitas dan melamar kerja di sebuah bank swasta di Jakarta dan menikah. Sekarang ayah saya sudah mempunyai rumah dan mobil dari kerja keras dan usahanya bahkan bisa membiayai saya kuliah di IPB. Saya sangat bangga dengan ayah saya. Ayah saya telah memberikan inspirasi kepada anak-anaknya terutama saya agar saya selalu berusaha, kerja keras, tidak mudah putus asa, dan berdoa supaya kelak menjadi orang yang bisa berguna untuk nusa, bangsa, dan orang lain yang bisa membanggakan orang tua nya.